Letak Geografis Indonesia Sebagai Modal Dasar Pembangunan
Allifia Karina
10816624
B.
Rumusan Masalah
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta
hidayah – Nya, sholawat serta salam senantiasa
kita panjatkan kepada nabi besar kita Muhammad SWT sehingga saya sebagai
penyusun dapat mengerjakan makalah ini dengan lancar yang bertemakan “Mengapa
mata kuliah pendidikan kewarganegaraan masih diajarkan di perguruan tinggi”
Makalah ini dapat saya susun
semaksimal mungkin dengan mendapatkan informasi dari beberapa literature maupun
dari buku dan internet sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu saya menyampaikan terimakasih banyak kepada pihak literatur yang telah berkontribusi dalam pembuatan
makalah ini.
Harapan saya semoga makalah ini
dapat berguna bagi pembacanya dan untuk kedepannya akan membuat makalah lebih
baik lagi.
Dan saya pun menyadari penulisan
makalah ini belumlah sempurna, oleh karena itu saran serta kritik yang
membangun dari rekan- rekan pembaca akan berguna untuk pembuatan makalah
selanjutnya.
Depok,
18 April 2017
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring
dengan perkembangan IPTEK, manusia pun ikut berubah menyesuaikan diri dengan
perkembangan jaman.
Masyarakat Indonesiapun ikut
turut mengikutinya, ada yang bisa menyaring apa yang terjadi dengan
perkembangan zaman ada pula yang tidak bisa dan hanya mengikuti tanpa memahami,
akibat positif dan negatifnya dari perkembangan zaman ini.
Oleh
sebab itu, dibutuhkan suatu filter untuk memfilter semua ini, yaitu pancasila
sebagai dasar Negara.
Dibutuhkan sekali manusia
yang mengikuti perkembangan zaman, Namun ia juga bisa memilih mana yang baik
dan mana yang benar serta mana yang salah.
Maka,
pembangunan sumber daya manusia yang merupakan hal yang menjamin Indonesia
sebagai tetap Indonesia yang sebenarnya. Haruslah berdasarkan pancasila.
B.
Rumusan Masalah
Dari
latar belakang yang sudah dijelaskan diatas dan tema yang dibicarakan, ada hal
yang akan dibahas di makalah ini yaitu :
1. Letak Geografis Indonesia
Sebagai Modal Dasar Pembangunan
BAB II
PEMBAHASAN
I. Letak Geografis Indonesia Sebagai Modal Dasar Pembangunan
Indonesia adalah sebuah negara kepulauan
di Asia Tenggara yang memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di
antaranya tidak berpenghuni, yang menyebar di sekitar khatulistiwa, dan
memiliki iklim tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6° Lintang
Utara – 11° Lintang Selatan dan dari 95° Bujur Timur – 141° Bujur Timur.
Indonesia juga berada pada zona cincin api yaitu daerah patahan yang rawan
gempa. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia
memiliki posisi geografis yang sangat unik dan strategis.
Hal ini dapat dilihat dari letak
geografis Indonesia yang berada di antara dua samudera yaitu Samudera Hindia
dan Samudera Pasific. Letak geogrfis Indonesia sekaligus berada di antara dua
benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.
Indonesia memiliki perairan yang menjadi
salah satu urat nadi perdagangan internasional. Posisi ini menempatkan
Indonesia berbatasan laut dan darat secara langsung dengan 10 (sepuluh) negara
tetangga di Asia Tenggara. Di darat, Indonesia berbatasan dengan Malaysia,
Papua New Guinea (PNG) dan dengan Timor-Leste. Sedangkan di laut, Indonesia
berbatasan dengan India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina,
Papua New Guinea, Ausralia dan Timor-Leste.
Letak dan jumlah pulau di Indonesia yang
begitu banyak menjadi kekuatan dan kesempatan. Kekuatan dan kesempatan itu bisa
diperoleh jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur
dan kaya diolah dengan baik. Dengan kemampuan menggali dan memanfaatkan potensi
kekayaan alam yang ada, Indonesia akan banyak memiliki pilihan produk yang
dapat dikembangkan sebagai komoditi perdagangan, baik untuk pasar lokal maupun
untuk pasar internasional. Dan dengan keindahan dan keanekaragaman budaya
kepulauan tersebut dapat menjadi sumber penerimaan negara andalan atau devisa
melalui sektor industri pariwisata.
Dengan kondisi dan letak geografis
seperti ini, dituntut koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengamankan
kepulauan Indonesia tersebut dari pihak-pihak yang tidak berhak menggunakan
atau memilikinya. Di pihak lain, banyak dan luasnya pulau menuntut suatu bentuk
perencanaan dan strategi pembangunan yang cocok dengan keadaan geografis
Indonesia.
Indonesia mempunyai iklim tropik basah
yang dipengaruhi oleh angin monsoon barat dan monsun timur. Iklim yang dimiliki
ini menyebabkan Indonesia hanya mengenal dua musim yaitu musim hujan dan musim
kemarau. Dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk
hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik. Dengan demikian diperlukan
usaha untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memenangkan
persaingan di pasar lokal maupun dunia. Indonesia merupakan negara yang kaya
akan bahan tambang dan seperti telah sejarah buktikan, salah satu jenis tambang
di Indonesia, yakni minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh
dana pembangunan yang sangat besar, sehingga pada saat itu target pertumbuhan
ekonomi kita berani ditetapkan sebesar 7,5 % ( masa Repelita II ).
Meskipun saat ini minyak bumi tidak lagi
menjadi primadona dan andalan komoditi ekspor Indonesia, namun Indonesia masih
banyak memiliki hasil tambang yang dapat menggantikan peran minyak bumi sebagai
salah satu sumber devisa negara. Selain minyak bumi Indonesia juga memiliki
hasil tambang lain seperti biji besi, timah, tembaga, batu bara, emas, gas bumi
dan lain-lain.
Hakikat Pembangunan Nasional
Pembangunan nasional pada
hakekatnya adalah upaya untuk meningkatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat,
bangsa, dan negara. Pembangunan nasional diwujudkan dalam berbagai kegiatan,
salah satunya adalah kegiatan industri. Kegiatan industri merupakan kegiatan
yang dilakukan untuk mengolah bahan baku menjadi barang yang
sudah jadi.
Sumber Daya Alam sebagai Modal Dasar
Pembangunan
Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian awal, sumber daya alam memiliki
peranan yang sangat penting dalam pembangunan nasional. Sampai saat ini,
Indonesia belum mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam ini dengan baik.
Perlu kita ingat bahwa sumber daya alam yang melimpah, bukanlah satu-satunya
faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional. Selain SDA, faktor
sumber daya manusia juga memegang peranan penting dalam pelaksanaan pembangunan
nasional. Potensi sumber daya alam yang melimpah, akan sia-sia jika tidak
dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itulah
pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk mempersiapkan SDM Indonesia
yang unggul. Pada materi berikutnya, akan kita pelajari mengenai keunggulan potensi
sumber daya alam yang strategis ada di Indonesia.
Berkaitan
dengan Sumber Daya Alam strategis sebagai modal dasar pembangunan nasional
Indonesia, ternyata Indonesia juga mempunyai cadangan sumber daya energi
non-renewable yang dieksplorasi sejak dahulu, diantaranya:
a) Minyak Bumi Eksplorasi dan pengeboran
sumber-sumber minyak di Indonesia telah dilakukan, baik di daratan maupun di
dasar laut. Usaha pertambangan minyak di daratan Indonesia terdapat di: ·
Perlak (Aceh)
Langkat (Sumatera Utara)
Cepu (Jawa Tengah)
Riau dan Jambi
Sungai Gerong (Sumatera Selatan)
Cirebon (Jawa Barat)
Laut Jawa (Jawa Timur)
Kalimantan Selatan
Balikpapan, Pulau Bunyu, Pulau Tarakan
(Kalimantan Timur) ·
Sorong, Biak (Papua)
Adapun
pemboran minyak lepas pantai Indonesia, terdapat di:
Selat Malaka
Laut Jawa
Laut Cina Selatan
Selat Makassar
Selat Sunda
Laut Sulawesi
Selat Karimata (disekitar Kepulauan Natuna)
Sampai tahun 2012 ini, Indonesia masih bisa
mengeksploitasi minyak bumi sebesar 207.841.000 barel per tahun. pada tahun
2004, pernah mencapai harga minyak mentah lebih dari $ 50 per barel (1 barel =
119 liter). Beruntunglah negara kita yang memiliki tambang minyak bumi,
sehingga harga minya di Indonesia tidak terlalu tinggi. Minyak mentah dari
tempat-tempat pengeboran, dialirkan melalui pipa-pipa minyak atau diangkut
dengan kapal-kapal tanker ke tempat-tempat penyulingan untuk diproses menjadi
minyak siap pakai. Penyulingan minyak di Indonesia, diantaranya terdapat di: ·
Pangkalan Brandan (Sumatera Utara) ·
Dumai (Riau) ·
Sungai Gerong (Sumatera Selatan) ·
Plaju (Jambi) ·
Cilacap (Jawa Tengah) ·
Balikpapan (Kalimantan Timur)
b) Gas Alam Timbunan (deposit) gas alam,
terpisah dengan timbunan minyak bumi. Untuk mendapatkan gas alam yang terjebak
dalam perlapisan batuan, dilakukan pengeboran. Gas alam hasil pengeboran itu
dialirkan lebih dahulu ke kilang pencairan untuk dicairkan. Gas alam, disimpan
dalam tangki-tangki penyimpanan. Gas alam cair, disebut LPG (Liquid Petroleum
Gas) atau disebut oula LNG (Liquid Natural Gas). Proses pencairan gas alam,
dihasilkan pula sejenis minyak ringan yang dapat dijadikan bahan baku untuk
industri: plastik, pupuk, dan sebagainya. Di Indonesia, sumber gas alam yang
terbesar terdapat di Kepulauan Natuna. Tempat lainnya, adalah: Bontang
(Kalimantan Timur) dan Arun (Nanggroe Aceh Darussalam). Selain diekspor, gas
alam juga untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk Iskandar Muda dan pabrik pupuk
Asean di Aceh.
c) Batu Bara Pertambangan batu bara yang
pertama di Indonesia, dilakukan pada tahun 1849 di Pengaron (Kalimantan Timur).
Berikutnya di Umbilin (Sumatera Barat) pada tahun 1892, dan Bukit Asam
(Sumatera Selatan) pada tahun 1919. Di Bukit Asam, endapan batu bara berada
didekat permukaan tanah. Batu bara yang dihasilkan di Bukit Asam, termasuk batu
bara tua yang berkualitas tinggi, sedangkan batu bara di tempat lain di
Indonesia termasuk batu bara muda. Indonesia penyumbang batu bara tertinggi
ke-3 dunia. Keunggulan Sumber Daya Mineral Indonesia Pada subtema sebelumnya,
kamu sudah mempelajari macam-macam sumber daya mineral. Sumber daya mineral
atau tambang, merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia. 30 macam mineral
utama, terdapat di Indonesia. Mineral tersebut, adalah: emas, perak, tembaga,
nikel, timah putih, timah hitam, aluminium, besi, mangan, chromit, minyak bumi,
gas bumi, batu bara, yodium, berbagai garam, berbagai mineral industri (asbes,
bentonit, zeolit, belerang, fosfat, batu gamping), batu mulia termasuk intan,
dan bahan bangunan. Mineral tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku
industri yang ketika diolah akan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan
manusia. Saat ini, ekspor bahan mineral mentah sudah mulai dikurangi. Hal ini
disebabkan mengekspor bahan mentah, hanya memiliki nilai tambah yang kecil
apabila dibandingkan dengan mengekspor olahan dari mineral. Wawasan PT Freeport
Indonesia merupakan salah satu tambang emas terbesar di dunia yang terdapat di
Pulau Papua. Pada tahun 2013, pendapatan PT Freeport Indonesia mencapai 38
triliun rupiah. Indonesia hanya memiliki sebagian kecil saham di PT Freeport
Indonesia. Berikut adalah sumber daya alam logam yang populer di Indonesia yang
mempunyai komparasi dengan negara lain, yaitu:
a) Bijih Besi Bijih besi biasanya bercampur
dengan pasir vulkanik, berwarna hitam mengkilat. Pertmbangan bijih besi:
Sumbar, NTB, Kalsel, Jabar, Jateng, Irja, Sulteng, dan Sulsel.
b) Nikel Nikel
merupakan logam yang biasa digunakan sebagai bahan campuran pada pembuatan
berbagai barang dengan bahan baku logam, seperti: kuningan, perunggu, dan besi.
Nikel berguna untuk memperkeras logam campuran yang dihasilkan. Digunakan juga
untuk melapisi logam lain agar tampak mengkilat dan tahan karat. Daerah
penghasil nikel: Soroako (Sulsel), Pomala (Sultra), dan Irian Jaya. Di Soroako,
penambangan nikel dilengkapi dengan pabrik peleburan dan pemurnian yang modern.
c) Timah Putih Timah
putih adalah logam berwarna putih yang tahan karat, biasa digunakan pada
industry: mesin, kaleng, dan juga sebagai bahan patri. Penambangan timah
terdapat di Pulau Belitung dan Singkep.
d) Tembaga
Penambangan bijih tembaga yang terbesar di Indonesia, terdapat di Irian Jaya
bagian Tengah. Di Kota Tebagapura dibangun pabrik peleburan bijih tembaga
modern pada tahun 1972. Daerah penghasil lainnya, adalah: Sulawesi Utara,
Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.
e) Emas dan Perak
Emas termasuk golongan bahan vital. Emas dan perak biasanya ditemukan pada
pertambangan tembaga, berbentuk uarat-urat emas didalam batuan kuarsa.
Pertambangan Emas dan perak terdapat di Banten Selatan (Cikotok), Sulawesi
Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Irian Jaya
bagian Tengah.
f) Bauksit Bauksit
merupakan bijih logam aluminium, yaitu sejenis logam yang ringan dan tidak
mudah berkarat. Bauksit didapat dalam bentuk lumpur kemudian dilebur hingga
diperoleh logam aliminium. Bauksit banyak terdapat di: Sanggau (Kalbar), Lubuk
Linggau (Sumsel), dan Pulau Bintan (Kepri). Pabrik peleburan bauksit menjadi
aluminium pertama di Indonesia dibangun di Asahan (Sumut). Sedangkan sumber
daya alam non logam yang populer di Indonesia yang mempunyai komparasi dengan
negara lain, yaitu:
a) Belerang Belerang
merupakan mineral vulkanis, yang banyak dihasilkan di kawah-kawah gunung
berapi. Bahan ini banyak digunakan dalam industri-industri: bahan kimia, pupuk,
korek api, bahan peledak, dan obat-obatan. Sebaran tambang belerang, antara
lain: Gunung Ijen (Jatim), Gunung Telaga Bodas (Jabar), dan Gunung Welirang.
b) Kaolin Kata kaolin
berasal dari Cina, yang berarti: gunung yang tinggi. Di gunung yang tinggi
itulah terdapat tanah liat, yang apabila diproduksi akan menjadi keramik
berkualitas sangat baik. Kaolin merupakan bahan dasar untuk pembuatan keramik.
Pulau Bangka dan Belitung, merupakan daerah penghasil kaolin.
c) Fosfat Fosfat
berasal dari persenyawaan antara pospor didalam kotoran dan sisa-sisa binatang
yang hidup di gua-gua, dan batu gamping di dasar gua. Bahan tersebut, banyak
ditemukan di daerah-daerah kapur. Fosfat adalah salah satu komponen bahan baku
yang cukup penting, dalam pembuatan pupuk untuk tanaman. Sebaran fosfat ada di
daerah: Bogor, Kebumen, Grobogan, Pati (Jawa Tengah), Gresik dan Sampang
(Madura).
d) Marmer Marmer atau
batu pualam, merupakan hasil perubahan bentuk atau metamorfosis dari batu
gamping. Marmer saat ini banyak dimanfaatkan sebagai ornamen bangunan, dan
perabotan rumah tangga. Sebaran pertambangan marmer, terdapat di Tulungagung
(Jawa Timur) dan Citatah (Jawa Barat).
e) Aspal Ketika kamu
di jalan, pernahkah berpikir dari mana aspal di jalan raya berasal ? Tahukah
kamu bahwa Pulau Buton di Sulawesi Tenggara, adalah penghasil aspal terbesar di
Indonesia ?
Pulau Buton di Sulawesi Tenggara adalah
penghasil aspal terbesar di Indonesia. Sulawei Utara memilik cadangan atau
deposit aspal berjumlah 680.747.000 ton di tahun 2012.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Setelah
mempelajari materi singkat diatas tentu harapannya kalian sudah lebih tahu apa
itu Sumber Daya Alam Strategis sebagai Modal Dasar Pembangunan Nasional
walaupun selama ini yang kita ketahui bahwa indonesia didalam pemanfaatan
Sumber Daya Alam belum berjalan semaksimal mungkin sehingga kita sebagai
pendidik harus terus mengembangkan dan terus memahami apa itu sumber daya yang
baik dan berguna bagi masyarakat.
Saran
Manfaatkan letak geografis Negara kita untuk meningkatkan
serta mengimplementasikan Sumber Daya Manusia (SDM) sebaik mungkin.
