Thursday, June 15, 2017

Pendidikan Kewarganegaraan




KETAHANAN NASIONAL NEGARA


Allifia Karina
10816624







Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Gunadarma
2017



KATA PENGANTAR


                Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah – Nya, sholawat serta salam   senantiasa kita panjatkan kepada nabi besar kita Muhammad SWT sehingga saya sebagai penyusun dapat mengerjakan makalah ini dengan lancar yang bertemakan “Mengapa mata kuliah pendidikan kewarganegaraan masih diajarkan di perguruan tinggi”
            Makalah ini dapat saya susun semaksimal mungkin dengan mendapatkan informasi dari beberapa literature maupun dari buku dan internet sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan terimakasih banyak kepada pihak literatur  yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
            Harapan saya semoga makalah ini dapat berguna bagi pembacanya dan untuk kedepannya akan membuat makalah lebih baik lagi.
            Dan saya pun menyadari penulisan makalah ini belumlah sempurna, oleh karena itu saran serta kritik yang membangun dari rekan- rekan pembaca akan berguna untuk pembuatan makalah selanjutnya.

                                                                                                            Depok, 15 Juni 2017





  





BAB I

PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang


Ketahanan nasional sangatlah penting dalam  hidup berbangsa dan bernegara karena merupakan suatu kemampuan suatu bangsa dan negara karena ketahanan negara merupkan komponen pentnga untuk membangun sebuah negara yang lebih baik.
.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang sudah dijelaskan diatas dan tema yang dibicarakan, ada hal yang akan dibahas di makalah ini yaitu :
1.      Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional Indonesia merupakan kondisi dinamis bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. Kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur social maupun alamiah, baik bersifat potensial maupun fungsional. Ketahanan nasional merupakan sumber keuletan dan ketangguhanyang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantanga, hambatan, dan gangguan baik datang dari dalam maupun luar


BAB II

PEMBAHASAN


       I.            Pengertian Konsep Ketahanan Nasioanal


Ketahanan Nasional (Tannas) Indunesia konsepsi pengebangan kekuatannasional melalui pengatuarn dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamananyang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh danmenyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantaran. Dengan kata lain, Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesiamerupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan danketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatannasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Konsepsi ketahanan nasional Indonesia menggunakan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Antara kesejahteraan dan keamanan ini dapat dibedakan tetapi tidak dapatdipisahkan. Penyelenggaraan kesejahteraan memerlukan tingkat keamanantertentu, dan sebaliknya penyelenggaraan keamanan memerlukan tingkatkesejahteraan tertentu. Tanpa kesejahteraan dan keamanan, sistem kehidupannasional tidak akan dapat berlangsung karena pada dasarnya keduanya merupakannilai intrinsik yang ada dalam kehidupan nasional. Dalam kehidupan nasional,tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional merupakan tolak ukur ketahanannasional. Peran masing-masing gatra dalam astagrata seimbang dan salingmengisi. Maksudnya antargatra mempunyai hubungan yang saling terkait dansaling bergantung secara utuh menyeluruh membentuk tata laku masyarakatdalam kehidupan nasional. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demisebesar-besarnya kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Sedangkankeamanan adalah kemampuan bangsa untuk melindungi nilai-nilai nasionalnyaterhadap ancaman dari luar negeri. Contoh bentuk-bentuk ancaman menurutdoktrin hankamnas (catur dharma eka karma) :1. Ancaman dari dalam negeri.Contohnya adalah pemberontakan dan subversi yang berasal atauterbentuk dari masyarakat indonesia.2. Ancaman dari luar negeri.Contohnya adalah infiltrasi, subversi dan intervensi dari kekuatankolonialisme dan imperialisme serta invasi dari darat, udara dan lautoleh musuh dari luar negri.


Ciri – Ciri Ketahanan Nasional
Ciri – Ciri Ketahanan Nasional Merupakan kondisi sebagai prasyarat utama bagi negara berkembang. Difokuskan untuk mempertahankan kelangsungan hidupdan mengembangkan kehidupan. Tidak hanya untuk pertahanan, tetapi juga untuk menghadapi dan mengatasi tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, baik secara langsung maupun tidak langsung. Di dasarkan pada metode astagrata; seluruh aspek kehidupan nasional.
 Sifat – Sifat Ketahanan nasional
Sifat-sifat ketahanan Nasional antara lain:
• Mandiri, artinya ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dankekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integritas,dan kepribadian bangsa. Kemandirian ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dalam perkembanganglobal.
• Dinamis, artinya ketahanan nasional tidaklah tetap, melainkan dapatmeningkat ataupun menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsadan negara, serta kondisi lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai denganhakikat dan pengertian bahwa segala sesatu di dunia ini senantiasa berubah. Oleh sebab itu, uapaya peningkatan ketahanan nasional harussenantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya di arahkanuntuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.
• Manunggal, artinya ketahanan nasional memiliki sifat integratif yangdiartikan terwujudnya kesatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, danselaras di antara seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
• Wibawa, artinya ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifatmanunggal dapat mewujudkan kewibawaan nasional yang akandiperhitungkan oleh pihak lain sehingga dapat menjadi daya tangkal suatu 
negara. Semakin tinggi daya tangkal suatu negara, semakin besar pulakewibawaannya.
•Konsultasi dan kerjasama, artinya ketahanan nasional Indoneisa tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalkankekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih pada sifat konsultatif dan kerja sama serta saling menghargai dengan mengandalkan padakekuatan moral dan kepribadian bangsa.
.








BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Setelah mempelajari materi singkat diatas tentu harapannya kalian sudah lebih tahu apa itu ketahanan negara dimana ketahanan sagat penting dan itu harus di lakukan semua warga negara.
Saran
Kita harus menyadari betapa pentingnya ketahanan negara dan kita harus sadar bagaimana menjalankan NKRI

Tuesday, April 18, 2017

Letak Geografis Indonesia Sebagai Modal Dasar Pembangunan

Letak Geografis Indonesia Sebagai Modal Dasar Pembangunan






Allifia Karina

10816624



KATA PENGANTAR


                Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah – Nya, sholawat serta salam   senantiasa kita panjatkan kepada nabi besar kita Muhammad SWT sehingga saya sebagai penyusun dapat mengerjakan makalah ini dengan lancar yang bertemakan “Mengapa mata kuliah pendidikan kewarganegaraan masih diajarkan di perguruan tinggi”
            Makalah ini dapat saya susun semaksimal mungkin dengan mendapatkan informasi dari beberapa literature maupun dari buku dan internet sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan terimakasih banyak kepada pihak literatur  yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
            Harapan saya semoga makalah ini dapat berguna bagi pembacanya dan untuk kedepannya akan membuat makalah lebih baik lagi.
            Dan saya pun menyadari penulisan makalah ini belumlah sempurna, oleh karena itu saran serta kritik yang membangun dari rekan- rekan pembaca akan berguna untuk pembuatan makalah selanjutnya.

                                                                                                            Depok, 18 April 2017







PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang


Seiring dengan perkembangan IPTEK, manusia pun ikut berubah menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman.
Masyarakat Indonesiapun ikut turut mengikutinya, ada yang bisa menyaring apa yang terjadi dengan perkembangan zaman ada pula yang tidak bisa dan hanya mengikuti tanpa memahami, akibat positif dan negatifnya dari perkembangan zaman ini.
Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu filter untuk memfilter semua ini, yaitu pancasila sebagai dasar Negara.
Dibutuhkan sekali manusia yang mengikuti perkembangan zaman, Namun ia juga bisa memilih mana yang baik dan mana yang benar serta mana yang salah.
Maka, pembangunan sumber daya manusia yang merupakan hal yang menjamin Indonesia sebagai tetap Indonesia yang sebenarnya. Haruslah berdasarkan pancasila.

B.     Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang sudah dijelaskan diatas dan tema yang dibicarakan, ada hal yang akan dibahas di makalah ini yaitu :
1.      Letak Geografis Indonesia Sebagai Modal Dasar Pembangunan

BAB II

PEMBAHASAN


       I.            Letak Geografis Indonesia Sebagai Modal Dasar Pembangunan


Indonesia adalah sebuah negara kepulauan di Asia Tenggara yang memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni, yang menyebar di sekitar khatulistiwa, dan memiliki iklim tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6° Lintang Utara – 11° Lintang Selatan dan dari 95° Bujur Timur – 141° Bujur Timur. Indonesia juga berada pada zona cincin api yaitu daerah patahan yang rawan gempa. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki posisi geografis yang sangat unik dan strategis.
Hal ini dapat dilihat dari letak geografis Indonesia yang berada di antara dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasific. Letak geogrfis Indonesia sekaligus berada di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.
Indonesia memiliki perairan yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan internasional. Posisi ini menempatkan Indonesia berbatasan laut dan darat secara langsung dengan 10 (sepuluh) negara tetangga di Asia Tenggara. Di darat, Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Papua New Guinea (PNG) dan dengan Timor-Leste. Sedangkan di laut, Indonesia berbatasan dengan India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Papua New Guinea, Ausralia dan Timor-Leste.
 Letak dan jumlah pulau di Indonesia yang begitu banyak menjadi kekuatan dan kesempatan. Kekuatan dan kesempatan itu bisa diperoleh jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur dan kaya diolah dengan baik. Dengan kemampuan menggali dan memanfaatkan potensi kekayaan alam yang ada, Indonesia akan banyak memiliki pilihan produk yang dapat dikembangkan sebagai komoditi perdagangan, baik untuk pasar lokal maupun untuk pasar internasional. Dan dengan keindahan dan keanekaragaman budaya kepulauan tersebut dapat menjadi sumber penerimaan negara andalan atau devisa melalui sektor industri pariwisata.
Dengan kondisi dan letak geografis seperti ini, dituntut koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengamankan kepulauan Indonesia tersebut dari pihak-pihak yang tidak berhak menggunakan atau memilikinya. Di pihak lain, banyak dan luasnya pulau menuntut suatu bentuk perencanaan dan strategi pembangunan yang cocok dengan keadaan geografis Indonesia.
Indonesia mempunyai iklim tropik basah yang dipengaruhi oleh angin monsoon barat dan monsun timur. Iklim yang dimiliki ini menyebabkan Indonesia hanya mengenal dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik. Dengan demikian diperlukan usaha untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memenangkan persaingan di pasar lokal maupun dunia. Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan tambang dan seperti telah sejarah buktikan, salah satu jenis tambang di Indonesia, yakni minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar, sehingga pada saat itu target pertumbuhan ekonomi kita berani ditetapkan sebesar 7,5 % ( masa Repelita II ).
 Meskipun saat ini minyak bumi tidak lagi menjadi primadona dan andalan komoditi ekspor Indonesia, namun Indonesia masih banyak memiliki hasil tambang yang dapat menggantikan peran minyak bumi sebagai salah satu sumber devisa negara. Selain minyak bumi Indonesia juga memiliki hasil tambang lain seperti biji besi, timah, tembaga, batu bara, emas, gas bumi dan lain-lain.
Hakikat Pembangunan Nasional
Pembangunan nasional pada hakekatnya adalah upaya untuk meningkatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Pembangunan nasional diwujudkan dalam berbagai kegiatan, salah satunya adalah kegiatan industri. Kegiatan industri merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengolah bahan baku menjadi barang yang sudah jadi.
Sumber Daya Alam sebagai Modal Dasar Pembangunan Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian awal, sumber daya alam memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan nasional. Sampai saat ini, Indonesia belum mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam ini dengan baik. Perlu kita ingat bahwa sumber daya alam yang melimpah, bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional. Selain SDA, faktor sumber daya manusia juga memegang peranan penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Potensi sumber daya alam yang melimpah, akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itulah pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk mempersiapkan SDM Indonesia yang unggul. Pada materi berikutnya, akan kita pelajari mengenai keunggulan potensi sumber daya alam yang strategis ada di Indonesia.
Berkaitan dengan Sumber Daya Alam strategis sebagai modal dasar pembangunan nasional Indonesia, ternyata Indonesia juga mempunyai cadangan sumber daya energi non-renewable yang dieksplorasi sejak dahulu, diantaranya:
a)         Minyak Bumi Eksplorasi dan pengeboran sumber-sumber minyak di Indonesia telah dilakukan, baik di daratan maupun di dasar laut. Usaha pertambangan minyak di daratan Indonesia terdapat di: ·
Perlak (Aceh)
Langkat (Sumatera Utara)
Cepu (Jawa Tengah)
Riau dan Jambi
Sungai Gerong (Sumatera Selatan)
Cirebon (Jawa Barat)
Laut Jawa (Jawa Timur)
 Kalimantan Selatan
Balikpapan, Pulau Bunyu, Pulau Tarakan (Kalimantan Timur) ·
Sorong, Biak (Papua)
Adapun pemboran minyak lepas pantai Indonesia, terdapat di:
Selat Malaka
Laut Jawa
Laut Cina Selatan
Selat Makassar
Selat Sunda
Laut Sulawesi
Selat Karimata (disekitar Kepulauan Natuna)
 Sampai tahun 2012 ini, Indonesia masih bisa mengeksploitasi minyak bumi sebesar 207.841.000 barel per tahun. pada tahun 2004, pernah mencapai harga minyak mentah lebih dari $ 50 per barel (1 barel = 119 liter). Beruntunglah negara kita yang memiliki tambang minyak bumi, sehingga harga minya di Indonesia tidak terlalu tinggi. Minyak mentah dari tempat-tempat pengeboran, dialirkan melalui pipa-pipa minyak atau diangkut dengan kapal-kapal tanker ke tempat-tempat penyulingan untuk diproses menjadi minyak siap pakai. Penyulingan minyak di Indonesia, diantaranya terdapat di: ·
 Pangkalan Brandan (Sumatera Utara) ·
Dumai (Riau) ·
Sungai Gerong (Sumatera Selatan) ·
Plaju (Jambi) ·
Cilacap (Jawa Tengah) ·
Balikpapan (Kalimantan Timur)
b)         Gas Alam Timbunan (deposit) gas alam, terpisah dengan timbunan minyak bumi. Untuk mendapatkan gas alam yang terjebak dalam perlapisan batuan, dilakukan pengeboran. Gas alam hasil pengeboran itu dialirkan lebih dahulu ke kilang pencairan untuk dicairkan. Gas alam, disimpan dalam tangki-tangki penyimpanan. Gas alam cair, disebut LPG (Liquid Petroleum Gas) atau disebut oula LNG (Liquid Natural Gas). Proses pencairan gas alam, dihasilkan pula sejenis minyak ringan yang dapat dijadikan bahan baku untuk industri: plastik, pupuk, dan sebagainya. Di Indonesia, sumber gas alam yang terbesar terdapat di Kepulauan Natuna. Tempat lainnya, adalah: Bontang (Kalimantan Timur) dan Arun (Nanggroe Aceh Darussalam). Selain diekspor, gas alam juga untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk Iskandar Muda dan pabrik pupuk Asean di Aceh.
c)         Batu Bara Pertambangan batu bara yang pertama di Indonesia, dilakukan pada tahun 1849 di Pengaron (Kalimantan Timur). Berikutnya di Umbilin (Sumatera Barat) pada tahun 1892, dan Bukit Asam (Sumatera Selatan) pada tahun 1919. Di Bukit Asam, endapan batu bara berada didekat permukaan tanah. Batu bara yang dihasilkan di Bukit Asam, termasuk batu bara tua yang berkualitas tinggi, sedangkan batu bara di tempat lain di Indonesia termasuk batu bara muda. Indonesia penyumbang batu bara tertinggi ke-3 dunia. Keunggulan Sumber Daya Mineral Indonesia Pada subtema sebelumnya, kamu sudah mempelajari macam-macam sumber daya mineral. Sumber daya mineral atau tambang, merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia. 30 macam mineral utama, terdapat di Indonesia. Mineral tersebut, adalah: emas, perak, tembaga, nikel, timah putih, timah hitam, aluminium, besi, mangan, chromit, minyak bumi, gas bumi, batu bara, yodium, berbagai garam, berbagai mineral industri (asbes, bentonit, zeolit, belerang, fosfat, batu gamping), batu mulia termasuk intan, dan bahan bangunan. Mineral tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku industri yang ketika diolah akan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Saat ini, ekspor bahan mineral mentah sudah mulai dikurangi. Hal ini disebabkan mengekspor bahan mentah, hanya memiliki nilai tambah yang kecil apabila dibandingkan dengan mengekspor olahan dari mineral. Wawasan PT Freeport Indonesia merupakan salah satu tambang emas terbesar di dunia yang terdapat di Pulau Papua. Pada tahun 2013, pendapatan PT Freeport Indonesia mencapai 38 triliun rupiah. Indonesia hanya memiliki sebagian kecil saham di PT Freeport Indonesia. Berikut adalah sumber daya alam logam yang populer di Indonesia yang mempunyai komparasi dengan negara lain, yaitu:
a) Bijih Besi Bijih besi biasanya bercampur dengan pasir vulkanik, berwarna hitam mengkilat. Pertmbangan bijih besi: Sumbar, NTB, Kalsel, Jabar, Jateng, Irja, Sulteng, dan Sulsel.
b) Nikel Nikel merupakan logam yang biasa digunakan sebagai bahan campuran pada pembuatan berbagai barang dengan bahan baku logam, seperti: kuningan, perunggu, dan besi. Nikel berguna untuk memperkeras logam campuran yang dihasilkan. Digunakan juga untuk melapisi logam lain agar tampak mengkilat dan tahan karat. Daerah penghasil nikel: Soroako (Sulsel), Pomala (Sultra), dan Irian Jaya. Di Soroako, penambangan nikel dilengkapi dengan pabrik peleburan dan pemurnian yang modern.
c) Timah Putih Timah putih adalah logam berwarna putih yang tahan karat, biasa digunakan pada industry: mesin, kaleng, dan juga sebagai bahan patri. Penambangan timah terdapat di Pulau Belitung dan Singkep.
d) Tembaga Penambangan bijih tembaga yang terbesar di Indonesia, terdapat di Irian Jaya bagian Tengah. Di Kota Tebagapura dibangun pabrik peleburan bijih tembaga modern pada tahun 1972. Daerah penghasil lainnya, adalah: Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.
e) Emas dan Perak Emas termasuk golongan bahan vital. Emas dan perak biasanya ditemukan pada pertambangan tembaga, berbentuk uarat-urat emas didalam batuan kuarsa. Pertambangan Emas dan perak terdapat di Banten Selatan (Cikotok), Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Irian Jaya bagian Tengah.
f) Bauksit Bauksit merupakan bijih logam aluminium, yaitu sejenis logam yang ringan dan tidak mudah berkarat. Bauksit didapat dalam bentuk lumpur kemudian dilebur hingga diperoleh logam aliminium. Bauksit banyak terdapat di: Sanggau (Kalbar), Lubuk Linggau (Sumsel), dan Pulau Bintan (Kepri). Pabrik peleburan bauksit menjadi aluminium pertama di Indonesia dibangun di Asahan (Sumut). Sedangkan sumber daya alam non logam yang populer di Indonesia yang mempunyai komparasi dengan negara lain, yaitu:
a) Belerang Belerang merupakan mineral vulkanis, yang banyak dihasilkan di kawah-kawah gunung berapi. Bahan ini banyak digunakan dalam industri-industri: bahan kimia, pupuk, korek api, bahan peledak, dan obat-obatan. Sebaran tambang belerang, antara lain: Gunung Ijen (Jatim), Gunung Telaga Bodas (Jabar), dan Gunung Welirang.
b) Kaolin Kata kaolin berasal dari Cina, yang berarti: gunung yang tinggi. Di gunung yang tinggi itulah terdapat tanah liat, yang apabila diproduksi akan menjadi keramik berkualitas sangat baik. Kaolin merupakan bahan dasar untuk pembuatan keramik. Pulau Bangka dan Belitung, merupakan daerah penghasil kaolin.
c) Fosfat Fosfat berasal dari persenyawaan antara pospor didalam kotoran dan sisa-sisa binatang yang hidup di gua-gua, dan batu gamping di dasar gua. Bahan tersebut, banyak ditemukan di daerah-daerah kapur. Fosfat adalah salah satu komponen bahan baku yang cukup penting, dalam pembuatan pupuk untuk tanaman. Sebaran fosfat ada di daerah: Bogor, Kebumen, Grobogan, Pati (Jawa Tengah), Gresik dan Sampang (Madura).
d) Marmer Marmer atau batu pualam, merupakan hasil perubahan bentuk atau metamorfosis dari batu gamping. Marmer saat ini banyak dimanfaatkan sebagai ornamen bangunan, dan perabotan rumah tangga. Sebaran pertambangan marmer, terdapat di Tulungagung (Jawa Timur) dan Citatah (Jawa Barat).
e) Aspal Ketika kamu di jalan, pernahkah berpikir dari mana aspal di jalan raya berasal ? Tahukah kamu bahwa Pulau Buton di Sulawesi Tenggara, adalah penghasil aspal terbesar di Indonesia ?
Pulau Buton di Sulawesi Tenggara adalah penghasil aspal terbesar di Indonesia. Sulawei Utara memilik cadangan atau deposit aspal berjumlah 680.747.000 ton di tahun 2012.








BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Setelah mempelajari materi singkat diatas tentu harapannya kalian sudah lebih tahu apa itu Sumber Daya Alam Strategis sebagai Modal Dasar Pembangunan Nasional walaupun selama ini yang kita ketahui bahwa indonesia didalam pemanfaatan Sumber Daya Alam belum berjalan semaksimal mungkin sehingga kita sebagai pendidik harus terus mengembangkan dan terus memahami apa itu sumber daya yang baik dan berguna bagi masyarakat.
Saran
Manfaatkan letak geografis Negara kita untuk meningkatkan serta mengimplementasikan Sumber Daya Manusia (SDM) sebaik mungkin.











Friday, March 17, 2017

Penyebab Pendidikan Kewarganegaraan masih diajarkan di Perguruan Tinggi

Penyebab Pendidikan Kewarganegaraan masih diajarkan di Perguruan Tinggi







Disusun Oleh : 
Allifia Karina
(10816624)







Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Gunadarma
2017


KATA PENGANTAR


                Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah – Nya, sholawat serta salam   senantiasa kita panjatkan kepada nabi besar kita Muhammad SWT sehingga saya sebagai penyusun dapat mengerjakan makalah ini dengan lancar yang bertemakan “Mengapa mata kuliah pendidikan kewarganegaraan masih diajarkan di perguruan tinggi”
            Makalah ini dapat saya susun semaksimal mungkin dengan mendapatkan informasi dari beberapa literature maupun dari buku dan internet sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan terimakasih banyak kepada pihak literatur  yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
            Harapan saya semoga makalah ini dapat berguna bagi pembacanya dan untuk kedepannya akan membuat makalah lebih baik lagi.
            Dan saya pun menyadari penulisan makalah ini belumlah sempurna, oleh karena itu saran serta kritik yang membangun dari rekan- rekan pembaca akan berguna untuk pembuatan makalah selanjutnya.

                                                                                                            Depok, 8 Maret 2017






BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Dalam UU no.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pasal 37 menyatakan bahwa kurikulum pendidikan perguruan tinggi wajib memuat tentang Pendidikan Kewarganegaraan yang bertujuan untuk membentuk rasa kebangsaan, nasionalisme, dan cinta tanah air kepada para mahasiswa dalam perguruan tinggi tersebut. Sehingga pendidikan kewarganegaraan ini memiliki kedudukan yang strategis dan tepat dalam pembentukan nation and character building.
Sejalan dengan perkembangan politik dari era otoriter ke era demokrasi, Pendidikan Kewarganegaraan telah menggantikan Pendidikan Kewiraan karena sudah tidak sejalan dengan kepemerintahan saat ini.
Kehadiran Pendidikan Kewarganegaraan pada masa reformasi ini haruslah benar-benar dimaknai sebagai jalan yang diharapkan akan mampu mengantar bangsa Indonesia menciptakan demokrasi.

B.     Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang sudah dijelaskan diatas dan tema yang dibicarakan, ada hal yang akan dibahas di makalah ini yaitu :
1.      Mengapa mata kuliah pendidikan kewarganegaraan masih diajarkan di perguruan tinggi

BAB II

PEMBAHASAN


       I.            Mengapa Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Masih Diajarkan di Perguruan Tinggi?


Setiap warga negara dituntut untuk dapat hidup berguna bagi negara dan bangsanya. Pendidikan kewargtanegaraan bukanlah hal yang baru, namun proses globalisasi telah mendorong pemikiran baru tentang pendidikan kewarganegaraan di beberapa negara.
Tujuan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri warga negara Republik Indonesia. Selain itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.
Hal yang diharapkan akan timbul dari pendidikan kewarganegaraan adalah sikap dan mental yang cerdas dan penuh rasa tanggung jawab. Sikap ini ditsertai dengan :
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghayati nilai–nilai falsafah bangsa
2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Rasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
4. Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
5. Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.
Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, warga negara Republik Indonesia diharapkan mampu “memahami, menganalisa, dan menjawab masalah–masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negaranya secara konsisten dan berkesinambungan dengan cita–cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945 “.

Dalam perjuangan non fisik, harus tetap memegang teguh nilai–nilai ini disemua aspek kehidupan, khususnya untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, kolusi, dan nepotisme; menguasai IPTEK, meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki daya saing; memelihara serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; dan berpikir obyektif rasional serta mandiri
. Tujuan umum pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ialah mendidik warga negara agar menjadi warga negara yang baik, yang dapat dilukiskan dengan “warga negara yang patriotik, toleran, setia terhadap bangsa dan negara, beragama, demokratis, dan Pancasila sejati” (Somantri, 2001:279).
Menurut Branson (1999:7) tujuan civic education adalah partisipasi yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan politik dan masyarakat baik tingkat lokal, negara bagian, dan nasional. Tujuan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Depdiknas (2006:49) adalah untuk memberikan kompetensi sebagai berikut:
a.       Berpikir kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu Kewarganegaraan.
b.      Berpartisipasi secara cerdas dan tanggung jawab, serta bertindak secara sadar dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
c.       Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat di Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain.
d.      Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam peraturan dunia secara langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan yang dikemukakan oleh Djahiri (1994/1995:10) adalah sebagai berikut:
a.       Secara umum. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan harus mendukung keberhasilan pencapaian Pendidikan Nasional, yaitu : “Mencerdaskan kehidupan bangsa yang mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti yang luhur, memiliki kemampuan pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.
b.      Secara khusus. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan yaitu membina moral yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu perilaku yang memancarkan iman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan perseorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran pendapat ataupun kepentingan diatasi melalui musyawarah mufakat, serta perilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial seluruh rakyat Indonesia.
Djahiri (1995:10) mengemukakan bahwa melalui Pendidikan Kewarganegaraan siswa diharapkan :
a.       Memahami dan menguasai secara nalar konsep dan norma Pancasila sebagai falsafah, dasar ideologi dan pandangan hidup Negara Republik Indonesia.
b.      Melek konstitusi (UUD NRI 1945) dan hukum yang berlaku dalam Negara Republik Indonesia.
c.       Menghayati dan meyakini tatanan dalam moral yang termuat dalam butir diatas.
d.      Mengamalkan dan membakukan hal-hal diatas sebagai sikap perilaku diri dan kehidupannya dengan penuh keyakinan dan nalar.
Sedangkan menurut Sapriya (2001), tujuan pendidikan Kewarganegaraan adalah :
Partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia. Partisipasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan keterampilan intelektual serta keterampilan untuk berperan serta.
Partisipasi yang efektif dan bertanggung jawab itu pun ditingkatkan lebih lanjut melalui pengembangan disposisi atau watak-watak tertentu yang meningkatkan kemampuan individu berperan serta dalam proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat.
Secara umum, menurut Maftuh dan Sapriya (2005:30) bahwa, Tujuan negara mengembangkan Pendiddikan Kewarganegaraan agar setiap warga negara menjadi warga
negara yang baik (to be good citizens), yakni warga negara yang memiliki kecerdasan (civics inteliegence) baik intelektual, emosional, sosial, maupun spiritual; memiliki rasa bangga dan tanggung jawab (civics responsibility); dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
Salah satu contoh kurangnya Pendidikan Kewarganegaraan pada pemerintahan Indonesia :

·         Korupsi di Indonesia karena kurangnya Pendidikan Kewarganegaraan

Korupsi di Indonesia ibarat seperti gunung es yang berdiri  di atas permukaan air nampak kecil, namun dibawah permukaan air sesungguhnya sangat besar. Korupsi marak terjadi di hampir seluruh instansi  pemerintah pusat maupun daerah.
Karena itu, pendidikan memiliki peranan penting dalam memperbaiki karakter bangsa Indonesia. Melalui pendidikan dapat diajarkan tentang pentignya karakter berbangsa dan bernegara. Sejalan dengan perkembangan zaman, pendidikan dilaksanakan secara lebih sistematis dan terorganisir dalam bentuk pendidikan formal maupun madrasah. Manusia sebagai subjek sekaligus objek pendidikan. Sebagai subjek pendidikan, manusia berperan aktif dalam proses pelaksanaannya. Bertanggung jawab sebagai perencana pelaksana, dan sebagai pihak yang mengawasi dan mengevaluasi proses pendidikan tersebut. Dan sebagai objek manusia menjadi sasaran dari pendidikan itu sendiri.
Dalam hal ini, pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan karakter, yang dimana dapat didapatkan di pendidikan kewarganegaraan, karenga sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan kewarganegaraan adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai perilaku (karakter) dan pembelajaran mengenai nasionalisme dan cinta tanah air.
Melalui pendidikan dapat diajarkan tentang nilai-nilai karakter bangsa yang harus dimiliki oleh generasi pemuda penerus bangsa. Nilai-nilai karakter bangsa itu di antaranya: religious, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan tanggung jawab.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Sebagai warga negara yang baik, tentunya kita perlu mengenal konsep dan asas kewarganegaraan kita. Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai konsep, asas, unsur, dan karakteristik kewarganegaraan. Selain itu, disini juga akan membahas mengenai hak dan kewajiban seorang warga negara.
Setelah menelah pemahaman dari tujuan Pendidikan Kewarganegaraan, maka dapat saya simpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berorientasi pada penanaman konsep Kenegaraan dan juga bersifat implementatif dalam kehidupan sehari - hari. Karena di zaman era modern ini makin kecil rasa cinta akan Negara yang tertanam pada jiwa para penerus Bangsa Indonesia. Adapun harapan yang ingin dicapai setelah pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini, maka akan didapatkan generasi yang menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

Saran
Tingkatkan rasa akan cinta tanah air dalam diri, jadikan perjuangan pahlawan sebagai acuan kita untuk terus mempertahankan NKRI. Karena penerus bangsa bukanlah orang-orang yang mempunyai jabatan sekarang, penerus bangsa adalah kita yang diajarkan Pendidikan Kewarganegaraan sekarang.




Daftar pustaka :